Aku (adalah) Klasik

Pernahkah kalian merasakan betapa indah dan nikmatnya menjadi diri sendiri??

Pernahkah kalian tidak mengikuti apa apa yang membuat kalian tidak nyaman, dan orang gaul biasa menyebutnya ”bukan gw bangetttt…” ?

Aku sendiri sering berada diposisi seperti itu. Ketika hati tidak nyaman ditempatkan pada sebuah keadaan yang tidak aku banget. Serba salah jadinya dan tidak nyaman, yang lebih tidak mengenakan kita tidak bisa mundur ketika kita sudah berada di dalamnya. Yah, untung saja keadaan ini tidak terjadi pada kehidupan normalku.

What??Memang Lia hidup di dua alam yah (normal dan abnormal)???


Bukan, maksudku disini kehidupan normalku adalah posisi dimana aku sedang menikmati hidup sehari-hari dengan santai dan tidak terkekang. Dan aku biasa menyebut dunia kerjaku sebagai kehidupan yang abnormal. Kenapa tidak?? Diposisi itu banyak sekali tuntutan. Aku dituntut untuk mematuhi peraturan (itu memang sudah sewajarnya), aku dituntut untuk menjaga nama baik perusahaan (itu pasti), dan aku juga dituntut untuk berpakaian yang lagi-lagi bukan aku banget.

Itulah dua duniaku. Sebagai orang yang sedang merintis karier mungkin itu sudah biasa, dan aku sadari bahwa dimana-mana aku bekerja ya seperti itulah kondisinya (bukan kita banget). Lumrah banget untuk diikuti. Tapi dari keadaan itu semua ada keadaan dimana aku tidak bisa mengikuti apa yang orang anak muda sekarang suka.

Musik??? Yaaa…musik klasik…

Mungkin kebanyakan anak jaman sekarang (memangnya aku anak jaman kapan yaaa???), ya pemuda dibawah usiaku antara 20th kebawah mungkin tidak mengenal musik klasik, jazz, blues, dan musik-musik slow jaman dulu yang enak didengar.  Selera orang beda-beda, hanya saja aku sering ditertawakan karena  anak muda seusiaku jarang yang suka musik klasik, dan bahkan ada yang menertawaiku seakan-akan usiaku sama dengan musik klasik itu. Aku cuek saja, dan hanya tersenyum mendengar itu. Dalam hati aku cuma berkata aku tidak dibayar untuk kenyamananku sendiri, dan aku menikmati itu semua seperti air mengalir.

Aku suka musik klasik karena awal aku belajar menyanyi kebanyakan musik klasik. Bersama (almh.) ibuku aku belajar vocal, dan ibuku mengajarkan lagu-lagu di era nya.
Aku mencintai musik klasik seperti aku mencintai (almh.) ibuku. Jadi tidak ada salahnya untuk aku berbeda dengan anak muda dijamanku sekarang.

Aku (adalah) kalsik, dan aku berbeda dengan orang kebanyakan.

A.K.U

6 thoughts on “Aku (adalah) Klasik

  1. woww….musik klasik sya juga suka Lea 🙂
    tpi klo jazz….mmg Sya ngga terlalu ‘in’ 🙂
    #komensmbildngerin’toloveyoumore’celinedion
    baca postingan sya ‘ap tu yu’ ….!

  2. Sebelas duabelas ma aku Lea..
    untuk dunia kerja kita memang sudah sewajarnya mematuhi aturan pekerjaan, itu sudah jadi resiko kita yg dibayar, selama tidak terlalu parah.
    tapi di luar itu semua jangan pernah mengorbankan kenyamanan kita hanya untuk dicap sebagai gaul atau tidak gaul.. setidaknya itu membuat hidup kita benar2 nikmat..🙂

    • bener mba ne..inget kata2 mba ne,,jika hanya ada hitam dan putih di dunia ini,maka biarkan aku mjd abu2 saja…
      kangen new post nya mba ane nie….*ngidam

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s