Mem-Pahlawan-i Diri Sendiri

Semangat 10 November, Semangat Pahlawan!!!!

Well, 10 November ini saya rasakan berbeda dengan 10 November selama 22 tahun yang lalu (diiiihh,,,udah berasa tua aja).
Ya, 10 November kali ini sesuatu banget deh (Syahrini detected).

Kenapa ya Le??

Angin perubahan membawa pada diri saya untuk berubah. Membebaskan diri dari belenggu kemunafikan, sakit jiwa, penyakit hati, dan segala sesuatu yang berdampak buruk pada diri saya. Pada dasarnya kesusahan itu tidak ada. Kesusahan adalah hasil dari apa yang kita buat sendiri. Kata orang Jawa, ” angel digawe dewek ” ( susah dibuat sendiri-red). Hidup sudah susah teman, jangan dibuat tambah susah lagi deh ah.

Terkadang menjadi pahlawan untuk diri sendiri lebih susah dari pada menjadi pahlawan untuk orang lain (apalagi gebetan-sok pahlawan)😀
Suatu kali ada sahabat yang tersedu-sedu menangis pada kita karena di PHP (Putus Hubungan Pacar) oleh pacarnya.

” Udahlah, gak usah ditangisi. Cowok kaya begitu aja, 1000 cowok yang lebih dari dia bisa loe dapetin dengan mudah.”

Pernah kan kalian bicara ini pada temen kalian yang di PHP??? *ngaku gak??!!! –> sambil bawa golok
Ngomong memang gampang, tapi pernah gak ngebayangin kalau berada diposisi dia? (Kalau saya sie gak usah ngebayangin, jadi tokoh utamanya juga pernah)🙂
Itulah sebabnya, teman. Masalah simpel sebenarnya, tetapi acap kali kita membuatnya terlalu rumit.
Salah satu sahabat saya pernah bilang, ” Kalau kita selalu berpikiran negatif, maka apa yang kita pikirkan akan benar-benar terjadi. ”
Berarti sebaliknya juga kan? Kalau kita positive thinking, maka kebaikan akan selalu mengikuti kita.
Cinta adalah nomor sekian dari berbagai masalah kompleks yang ada di dunia ini. Kata Patkay, ” Dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir. ”
Terbukti kan dari dulu, dulu, dan dulunya lagi cinta itu memang bikin hidup susah katanya. Itu derita, derita siapa coba? Yang bikin susah juga siapa coba?? Ya diri kita sendiri, orang cinta gak ngapa-ngapain juga kita nya aja yang selalu mendramatisir keadaan.

Woy Le, mau ngomongin pahlawan apa cinta-cintaan sie??😦

Bukan, bukan begitu maksud saya. Jadi gini……………….

tik..tok..tik..tok..tik..tok –> orangnya tidur weyyyy….

Kehabisan bahan karena diajak boss makan siang, giliran balik kantor tulisan udah ilang semua gara-gara modem jahat (nyalahin modem lagi).

Intinya begini teman, apa sie yang kita cari dari hidup ini?

Uang ?

Harta ?

Wanita ?

atau Tahta?

Julia Perez aja deh Le kalo bolehhhh,,, Whattt dezziiigghhhhhhhh……….!!!!!

Boleh kita bermimpi dan berambisi mendapatkan itu semua (kalau buat saya point 3 diganti pria). Tapi apa gak ada yang ketinggalan?? Coba deh inget-inget. Misal semua itu kita udah dapatkan, tapi ternyata hati kita tidak tenang. Was-was kalo ada maling, was-was kalo ada musuh, was-was kalo istri/ suami direbut orang. Terbelenggu kan jadinya? Sakit jiwa kan? Penyakit hati dan negative thinking kan? Apa coba kalau bukan terjajah diri sendiri namanya?

Disini saya bukan untuk menggurui siap pun (karena saya admin, bukan guru). Saya pun sedang belajar mem-pahlawan-i diri saya sendiri. Mencoba melepaskan belenggu hidup saya, karena boleh dibilang saya itu  sakit jiwa. Hidup saya tidak pernah tenang. Saya selalu terpuruk dengan adanya masalah sepele. Bahkan karena cinta saya bisa menjadi orang lain.
Saya tidak nyaman dengan itu semua. Saya mencoba memerdekakan kebebasan saya tanpa terkekang.
Saya pun yakin, ketika hati saya sudah merdeka saya pun akan bisa memerdekakan hati orang lain (dan tidak lagi menjadi sok pahlawan).
Sekarang bukan jamannya lagi pahlawan bawa bedil. Seseorang yang bisa membukakan hati orang lain yang keras dan galau juga bisa disebut sebagai pahlawan. Asalkan hati kita pun sudah merdeka, karena tidak mungkin seseorang menasehati orang lain ketika kita sendiri masih sakit jiwa.😀

Oke guys….. (yang bukan guys ga usah oke) :)  sekarang jaman sudah berubah. Kalian tidak akan menemukan pahlawan seperti Pangeran Diponegoro, Jenderal Soedirman (wah, nama kampus saya dulu inih), ataupun Cut Nyak Dien (maaf untuk yang tidak disebut jangan marah ya, karena keterbatasan daya ingat admin), selama apa pun kalian menunggu untuk dimerdekakan tidak akan mungkin ada yang seperti mereka. Sekarang saatnya lah menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri. Bebaska diri kita dari sakit jiwa, dari belenggu kemunafikan dan kita akan hidup aman, nyaman, damai,bahagia, juga sejahtera.

Kalau bukan kita, siapa lagi?? cieeee,,,bahasa iklan…

#Menulis sembari mendengarkan Hero nya Mariah Carrey

NamBah: Gak pake gambar karena modemnya jahat –> modem lagi yang disalahin >.<

8 thoughts on “Mem-Pahlawan-i Diri Sendiri

    • doresah kepriwe mas???
      ini fakta yang sering melanda kaum muda jaman sekarang, saya bisa merasakan krn saya anak muda.wkwwkkwkkkkk
      iya ya??wah,kebetulan yg tdk disengaja –> PHP

  1. yah, menurut aku kak ::menurut aku lho:: cara paling asyik membebaskan diri adalah dengan membebaskan orang lain…:mrgreen:
    seprti halnya pahlawan, cara paling mudah menjadi pahlawan adalah menjadi pahlawan buat orang lain:mrgreen:
    salam kenal kak, mari jadi Pahlawan

  2. yang penting bukan pahlawan kesiangan atau pahlawan bertopeng (shincan).😀

    “hidup sudah susah, jgn dibikin tambah susah” <== lagu slank kesukaan saya.🙂

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s