Didalam PenjagaanNya

“Sedang apa kau diujung situ?”

“Aku sedang mengintip anak perempuanku bermain disana.”

“Tak usah kau khawatirkan ia. Ia akan tumbuh menjadi wanita yang kuat sepertimu dulu. Ia akan dilindungi oleh tanganNya.”

“Aku tak sampai hati melihat air matanya, ingin sekali kuusap pipinya dan mencium keningnya. Aku tak sanggup…”

“Jangan pernah menyesal dengan apa yang sudah terjadi padamu. Ingatlah bahwa anakmu itu masih milikNya, dan Dia tidak akan pernah berhenti menjaganya. Tugasmu telah usai, kini giliran dia membantumu disini. Mari ikut denganku.”

Seketika wanita berparas elok nan lembut itu mengusap air matanya yang tertumpah. Setelah melongok sesosok gadis muda yang tengah dihimpit berbagai masalah, ia berharap agar dirinya masih bisa menyodorkan pundaknya untuk gadis itu. Namun ketika kehendakNya berkata, keinginannya harus terlepas berbarengan dengan langkahnya menuju sebuah pintu yang besar yang dituntun oleh sosok bertubuh besar yang dipenuhi dengan cahaya berkilat-kilat yang tidak pernah pudar.

One thought on “Didalam PenjagaanNya

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s