Lost in March (19.03.1961-20.03.2007)

https://lenadaku.wordpress.comLihat senyumnya nan menawan

Lihat semburat kebahagiaan nan penuh harapan

Lihat pancaran cahaya nan penuh keelokan

Tak sempat aku memanggilmu

Betapa aku menginginkanmu bangga

Membuat kau membusungkan dada

Dan berkata, dialah anakku

Yang akan terharu melihat perjuanganku

Yang akan mengecup setiap jengkal lelahku

Yang akan merasakan manisnya maduku

Ibu…

Awan gelap nan sembab dipertengahan bulan Maret lima tahun yang lalu, aku berdiri diantara bola-bola api yang siap menerjangku tatkala aku lemah dan tak beriman. Tak pernah kubayangkan aku akan tumbuh menjadi wanita sendirian. Sosok yang aku inginkan untuk menemaniku, menjagaku, menuntunku bak bidadari telah berhenti melepas lelah panjangnya. Aku telah kehilangan ia untuk selama-lamanya. Yang tak pernah mengeluh sakit, yang tak pernah mengeluh kenakalanku, yang tak pernah membanjiriku dengan tangisan kepedihan bahkan diujung penantiannya sekalipun.

Aku tak pernah mengira tubuhnya selemah itu, karena aku tak pernah melihatnya meringis menahan sakit. Selama aku hidup, akulah yang ia khawatirkan terlebih karena keadaanku yang tidak pernah membaik. Selama perjalanan hidupnya, tidak pernah sekalipun ia membuatku sedih terkecuali saat lima tahun yang lalu.

Penyesalan, pemberontakan, penolakan semua bercampur jadi satu ketika itu. Berharap tangannya yang bertumpu didadanya perlahan bergerak. Hidung yang telah tersumbat kapas mengendus-endus mencari udara. Mulut yang terkatup rapat memanggil-manggil namaku. Dan mata yang terpejam erat terbuka lebar menatapku. Dan semua itu harus aku kubur dalam-dalam bersama jasadnya untuk selama-lamanya.

Apakah kau ingat betapa tangisanku 24 tahun yang lalu sangat kau harapkan?
Apakah kau ingat berkali-kali kau coba ajarkan aku nada do tinggi dan aku tidak pernah sampai?
Apakah kau ingat nilai IP pertamaku yang kau idam-idamkan dan itu aku wujudkan?
Apakah kau ingat apa yang aku ingat diatas sana?

Ya, aku ingat. Seharusnya hari ini kau genap berusia 51 tahun. Dan esok hari, hari dimana kau meninggalkan kami disini lima tahun yang lalu. Tak perlu kau mengerti seberapa besar bebanku setelah kau tinggalkan. Beban itu tak akan kubagi dengan siapa pun. Beban itu tak akan kuceritakan kepada siapa pun. Kau pun tahu mengapa. Aku hanya tidak ingin mereka mencelaku.

Betapa pun hebatnya aku tumbuh dewasa tanpamu, aku hanyalah manusia biasa. Wanita lemah yang menginginkan sandaran dari ibunya. Aku tak bermaksud mencela “kepulanganmu”, hanya saja aku belum siap sampai sekarang pun.

Masihkah ada namaku dihatimu? Masihkan kau mau memaafkan apa yang sudah kau lihat diatas sana atas diriku? Masihkah belaian lembutmu aku rasakan ditiap mimpiku?

Ibu, aku merindukanmu. Sungguh-sungguh merindukanmu. Dengan beban yang aku tanggung selama ini, aku berharap aku bisa sekuat dirimu. Menghadapi kerasnya hidup yang kau ajarkan padaku. Melengkungkan senyum ditiap tangisanku. Dan menjadi orang yang penuh sahaja sepertimu.
Ibu, aku sungguh menginginkanmu.

Damailah disana. Suatu saat jika waktuku tiba, jemputlah aku dengan senyummu. Perkenalkan aku dengan bidadari-bidadari surga yang membuatmu tak ingin pulang ke rumah. Perkenalkan aku pada nikmatnya buah-buah surga yang kau ceritakan semasa aku kecil. Perkenalkan aku pada sungai yang jernih nan segar yang kau ceritakan aku bisa berjalan diatasnya. Perkenalakan aku pada semua itu seperti kau perkenalkan aku seperti apa itu dunia sewaktu dulu.

Ibu…

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….

2 thoughts on “Lost in March (19.03.1961-20.03.2007)

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s