Usai

“APA YANG KAU KATAKAN?!” nada emosi terdengar dari bilik kecil disebuah kos elit dibilangan ibukota.

“Ya, aku akan menikah dengan Prem besok.” Nada lembut setengah parau menimpalinya.

“Tak ada alasan untuk menjelaskan semuanya padaku?” kembali suara pria itu bertanya namun kali ini lebih rendah.

“Kau akan tahu tanpa kujelaskan, Galang. Maafkan aku.”

Kalimat terakhir yang diucapkan Ayu mengiringi langkah gontainya meninggalkan kamar bernomor 203, sebuah kamar sempit dipelataran kos elit mahasiswa berjas kuning. Dengan perasaan remuk dan hati yang hancur, Ayu meninggalakn Galang yang termenung sendiri.
Ada perasaan marah dan emosi berkecamuk menjadi satu ketika nama Preme disebut-sebut oleh bibir manis kekasihnya itu. Ditelusurinya langkah demi langkah kaki mungil wanita itu menuju Jazz silver bernomor polisi B 1414 AIU. Matanya menatap terus kepada sosok wanita yang ingin dinikahinya bulan keenam tahun ini setelah training sebagai enginer disalah satu perusahaan Jepang selesai. Ketika mobil Ayu hilang bersamaan dengan berhembusnya angin lembut, ditatapnya tiga sosok yang ada dibingkai foto dimeja belajarnya dan mengingat apa yang dikatakan Ayu tiga bulan yang lalu.

“Semalam tak sengaja aku tertidur di apartemen Preme saat menunggumu pulang interview kerja.”

6 thoughts on “Usai

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s