Lalu Aku (itu) Apa?

Hufttt…

Berkali-kali aku menghela nafas. Seakan penuh sesak lalu aku membiarkan semuanya keluar dari tenggorokanku. Belum lega.
Berkali-kali berucap istighfar. Seakan tubuh ini berlumur dosa, tetapi hanya tersekat diantara pedih. Lantas, aku tak habis pikir apa yang aku risaukan. Seolah-olah semua penuh dengan beban, menggelayut enteng dipundakku tanpa peduli seberapa pedih aku menahannya.

Ketika setetes air mata pun tak lagi dihiraukan, mungkin hanya seonggok daging yang berdarah yang sudah tak berguna lagi. Mungkin suara-suara yang tak ingin didengar. Dan mungkin sentuhan, pelukan yang tak ingin dirasakan. Lalu aku itu apa?

Menyalahkan keadaan yang tak hanya menjadi burk, tak akan kembali dimana kita bisa tertawa lepas dan bahagia. Tak lagi itu kan terulang. Kita hanya harus berjalan terus hingga suatu tempat dimana akan kita temukan hal-hal yang mungkin kita inginkan.

Aku terperanjat pada kesinisanmu

Membuat seolah aku hitam

Membuat seolah aku tak ada

Kucoba membuat hiasan dari sikap tak acuhmu

Kucoba merangkai antara hitam yang kau buat

dan putih yang aku inginkan

Kucoba setulusnya mengikat rangkaian itu

Menjadi rantai cinta yang indah

Yang bisa menguatkan setiap getir hidupmu

Yang bisa membangkitkanmu ketika kau terjatuh

Yang bisa menjerat setiap doa yang aku selipkan diantara embun pagi

Semua yang terbaik untukmu

Namun ternyata tidak seperti itu yang kau pikirkan

Lalu aku itu apa?

 

*Nada hati, sebuah rumah yang tak hanya memunculkan kebahagiaan pun kesedihan saja. Berbagi hati, berbagi cerita yang ditorehkan setiap jari yang tak mampu menulis kata-kata indah. Dan tulisan ini pun sekedar luapan emosi saya, kesedihan saya, dan sedikit penyesalan. Hanya terkadang jika saya sudah menuliskannya disini, saya sedikit lega. Beberapa kali yang saya lihat hidup (memang) tak seindah FTV di televisi, dongeng pada buku cerita anak, ataupun kisah-kisah nyata rakyat sipil yang menjadi putri raja. Tak semudah itu. Bayangkan suatu ketika kau harus memilih diantara dua, lalu dikemudian hari pilihan itu menjadi sesuatu yang sangat kau sesalkan. Mungkinkah hidup akan sempurna stelah itu? Lalu suatu saat pertanyaan “aku itu apa?” mungkin akan selalu mengiringi penyesalan itu.

Just share…

4 thoughts on “Lalu Aku (itu) Apa?

  1. Hidup itu bukan video game. yang kalau kita salah milih satu jalan tinggal reset dan mulai lagi dari titik penyimpanan data terakhir… *hanya pemikiran seorang gamer*

    setuju mas๐Ÿ˜€

  2. Koq masih tanya sih. Mba lia itu kan pahlawan, herowati.๐Ÿ˜†

    Ayyye, galau kenapa, mba?๐Ÿ™‚
    Mangkannya jangan terlalau sering nonton FTV. #eh

    malah ga pernah nonton TV owk Dah…:mrgreen:

  3. tadi pas baca judulnya ngehnya hah? aku itu apa? ternyata..kirain tadi salah nulis. harusnya aku itu siapa…eh tapih aroma patah hatinya kok kuat yah (ini nuduh apa gemana yah?)
    hahahahha. salam kenal Lea! (is it true kan namamu seperti itu?)๐Ÿ™‚

    ahhh mba ai inih,biasa mba anak muda๐Ÿ˜ณ kalo aku itu siapa itu nadanya lembut, tapi kalau aku itu apa penuh dg penekanan dan seolah2 kepingin ditegaskan kalo aku itu bukan “thing”:mrgreen: salam kenal juga mba, selamat datang๐Ÿ˜‰

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s