Terhipnotis

Pagi-pagi sekali saya sudah duduk manis tepat di belakang meja kerja saya dan masih sepi sekali kantor saya. Kopi adalah teman setia ketika sebuah perasaan gundah teramat pun bahagia tak terkira. Tidak seperti hari biasa sebelumnya, dua hari ini saya membawa buku karya Dewi Lestari yang saya rampok tempo hari dari rak buku sahabat saya. Filosofi Kopi adalah buku yang saya bawa pada hari pertama, dan pagi ini saya melahap Madre (tidak peduli seberapa saya cuek dengan kerjaan saya di kantor, yang penting sudah saya selesaikan dateline saya).

cambuk hebat saya

cambuk hebat saya

Sebagai seseorang yang suka menulis saya sebenarnya tidak terlalu suka membaca buku, suka namun bukan favorit. Saya bukan anak-anak pandai dengan berbagai buku di kamar. Saya bukan anak kelahiran perpustakaan yang setiap waktu dihabiskan di bangunan itu. Namun dengan Madre, saya mengawali perjalanan saya.  Kehidupan saya berubah menjadi seseorang yang selalu haus akan buku. Angan-angan saya berpindah dari kedai kopi, toko roti, sampai negeri di atas awan. Setiap inci petualangan saya di dalam buku yang saya baca adalah imajinasi yang luar biasa. Dan saya belajar seperti apa penulis menjadi besar dan luar biasa.

Ya, saya suka menulis sejak lama. Namun, kali ini saya benar-benar mencintai membaca. Saya seperti terhipnotis. Sebagai pembaca, jiwa saya ikut masuk ke dalamnya. Sisi lain sebagai -seseorang yang sedang belajar- penulis saya menjadi terinspirasi. Banyak hal diluar sana yang ingin saya kembangkan. Dan rupanya kosa kata yang saya punya masihlah minim. Terima kasih kepada penulis hebat yang membantu saya menemukan jiwa semangat -berpotensi untuk menulis- menemukan jati diri saya untuk menulis lebih lebih dan lebih baik lagi. Terima kasih untuk buku kalian yang telah merubah mindset saya dari sekedar “hanya menulis” menjadi “menulis adalah saya”. Terima kasih banyak Dewi Lestari -one of my favorite authors- karena karya-karya yang luar biasa dari orang yang benar-benar luar biasa merubah hidup saya yang biasa menjadi sangat luar biasa. Dan terima kasih untuk orang-orang hebat lain diluar sana yang menciptakan karya sebagai hipnotisasi terapi antistres yang merubah hidup pembaca seperti saya menjadi lebih tertata.

keep writing and doesn’t leave reading

3 thoughts on “Terhipnotis

  1. bener banget loh li…
    aku dewek be siki krasa banget, jarang banget meng toko buku, padahal kit SMP aku wes betah banget nang gramedia/gunungagung… walaupun mungkin cm komik, novel, tapi ndisit aku termasuk seneng banget nyelang taman bacaan. siki krasa banget… kangen maca2 buku, berhubung nang warnet, dadi maca buku kadang wes ra begitu … karena terhibur dengan berbagai hal di dunia maya yang tanpa batas ini…😦

  2. kalau saya sih apa saja saya baca, tapi tergantung kesukaan saya, cuma biasanya semua pembaca buku juga memilih beberapa bab yang di sukainya untuk di simak, tidak semua bab, tapi bahkan tidak semua book collector itu membaca bersih buku-buku yang di milikinya

    😀

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s