Keajaiban (itu) Bernama Cinta

rusukSaat ini tanganku tak mampu melukiskannya, mulutku tak mampu menceritakannya, dan hatiku… Hatiku telah memerah, memadat, menopang semua perasaan yang beraduk menjadi satu: bahagia, terharu, bingung, khawatir, dan segala yang menyerupa luapan perasaan.
Jika aku berkata biasa saja, mungkin aku bohong. Tangan kananku tak pelak ingin menjamah wajahmu, dan tangan kiriku ingin sekali merengkuhmu. Namun saat ini hatilah yang akan memaparkan segala apa yang ada, yang kurasakan, dan menamengkan yang belum menjadi hakku.

Aku, bukan manusia suci pun tak lepas dari kesalahan dan khilaf yang menghimpitku sampai ujung ubun-ubun dan membuatku terpojok. Namun kutahu, Dia menciptakan cinta tidak serta merta untuk mengekang pun menjadi kebablasan. Kau bisa merasakan aliran darah yang mengalir menyerupai air mata? Setiap alirannya adalah kasih sayangNya, wujud cintaNya pada kita dan salah jika kau berusaha menghentikan aliran darah itu. Sama saja kau membunuh kasih sayang dan cintaNya yang begitu besar. Amati setiap gerik sesuatu yang menjadi sebab kita hidup. Cinta! Karena itulah kita ada. Maka sebuah keajaiban paling besar yang Ia ciptakan adalah cinta. Kau tak akan bisa mengelaknya.

Cinta yang kunamakan keajaiban adalah memang nyata adanya. Aku tak ingin menjadi apa yang tidak seharusnya. Tapi aku sadar, aku membutuhkannya. Bahkan jika kupejamkan mataku, cinta ada disetiap sejauh aku menerawang. Seperti apa? Entahlah. Aku hanya bisa mendeskripsikan bahwa apa yang aku bayangkan tentang cinta adalah kamu. Dirimu, mungkin aku bagian dari tulang rusukmu. Ya, kukatakan mungkin. Karena belum kupunyai keautentikkan bahwa kau benar-benar menyisakan ruas tulangmu untukku bersandar didalamnya. Namun, setiap tanganku menengadah, berbicara dan memohon padaNya, tak lupa kuselipkan sebait doa. Doa atas dirimu, namamu, dan hidupmu. Jika Ia menciptakan cinta untuk kunaungi bersamamu, aku akan sangat berterima kasih padaNya. Karena tak mudah bagiku dan bagimu meronta, mengelak, dan menampik apa yang sudah Ia gariskan pada kita, hidup kita.

Dan sekarang, aku hanya sedang bahagia. Dan berharap Ia selalu meluruskan jalan kita, jalan yang baik menurutNya.

8 thoughts on “Keajaiban (itu) Bernama Cinta

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s