Saya dan Islam

Sering kali saya mengutuki diri saya sendiri semasa lampau. Menjijikan!!


Adalah saya yang bercermin pada air keruh enam tahun silam ketika saya mendapati seseorang yang begitu spesial di hati saya meninggalkan saya, membawa sebagian hati saya, dan hanya meninggalkan duka lara yang sangat membekas. Saya tak pernah berpikir bahwa hidup saya masih sangat panjang ketika itu. Saat itu saya masih berumur belasan tahun. Tumbuh sebagai wanita dewasa tanpa pegangan. Ya! Itu saya enam tahun silam.

Saya selalu larut dalam pelarian. Ketika saya lebih menyukai mereka di luar lingkaran batasan saya, mereka yang saya anggap peduli dengan saya, mereka yang saya anggap adalah tujuan hidup saya, dan mereka yang ternyata hanyalah penjahat-penjahat yang berkedok “rumah” dan “orang tua” tidak lain dan tidak bukan hanya membawa pengaruh buruk pada saya.

Beruntung saya tidak terjerumus begitu jauh ke dalam dunia gelap. Dan saya bangga pada diri saya, meskipun ketika itu rumah saya bukanlah tujuan akhir yang membahagiakan ketika pulang kuliah, namun saya bisa dengan kepercayaan yang pernah ditanamkan kepada saya bahwa ada banyak hal yang dapat menjadi buruk di luar sana.

Enam tahun yang lalu saya tak pernah mengenal betul rumah saya. Tapi saya masih tetap dengan jati diri saya sebagai saya yang idealis, egois, dan pragmatis. Dengan tiga sifat jelek itu, saya dapat terhindar dari keburukkan yang dapat membawa saya ke jurang sesat. Alhamdulillah.

Kini, enam tahun sudah berlalu. Dan saya masih seperti enam tahun yang lalu, labil. Tapi kali ini kelabilan saya bukan cenderung ke jurang sesat. Kelabilan saya cenderung ke hal-hal yang akan terjadi. Setiap saya akan dan ingin melangkah lebih maju, tidak jauh pikiran saya dipenuhi dengan pertanyaan “apa, bagaimana jika nanti, mengapa” dan pertanyaan juga pernyataan pesimis lainnya. Disatu sisi saya merasa mampu, disisi lain saya hanya kurcaci kerdil yang tidak bisa apa-apa.

Butuh waktu lama, support tinggi untuk saya berubah. Jika saya menamakan saya muslim, mungkin memang iya Lillahita’ala saya muslim. Tapi jika saya meyakinkan saya muslim yang patuh, I don’t know what I say. Ya! Saya belum mengerti betul bagaimana menjadi muslim yang patuh. Saya hanya mencintai Islam, dan saya berusaha menjalankan syariatNya dan menjauhi semua yang tidak sesuai syariat. Dan saya pun masih terombang ambing dengan makna kebebasan dalam Islam. Saya adalah tipikal manusia yang suka mengkritisi semua hal, baik yang kecil maupun yang besar. Ada pertanyaan dan pernyataan (yang kata orang terlalu pedas) yang saya lontarkan. Saya bukan tipikal wanita yang lembut bertutur kata, anggun seperti putri Rasululloh SAW, bukan seperti itu saya. Saya wanita dengan jiwa kebebasan yang tinggi. Disini kebebasan saya artikan sebagai berpikir, berpendapat, menulis, dan berbusana. Saya akan berusaha berpendapat jika menurut saya ada yang tidak sesuai dengan pemikiran saya. Saya akan menulis apa-apa yang memang ada dipikiran saya. Saya akan berbusana sesuai dengan kenyamanan saya. Dan semua itu saya usahakan untuk selalu tidak menimbulkan kerugian untuk saya maupun orang lain.

Ada cerita lain dibalik ini semua. Ketika pintu hati saya terketuk untuk sesuatu hal yang lebih baik, karena salah satu sahabat saya yang baik selalu memberi pendapatnya kepada saya tanpa menghakimi saya. Sebut saja dia Mbak Nug. Saya termasuk orang yang tak pernah condong terhadap orang lain. Saya tidak bisa menerima kritikan. Dan saya bukan tipikal manusia patuh. Tapi ketika saya bergaul dengan sahabat-sahabat saya (termasuk Mbak Nug) saya mencoba membuat analisa antara pemikiran saya dan Islam. Aneh memang, karena saya bukan ahlinya. Tapi kembali lagi pada makna kebebasan saya (yang sebisa mungkin akan saya tata kata-katanya agar tidak mengakibatkan masalah). Entahlah, selama ini saya haus tentang agama. Saya mencoba membuka-buka semua buku, artikel, kajian tentang Islam. Saya muslim, Islam mengerti betul saya, tapi saya tidak terlalu mengerti Islam. Inilah yang membuat saya bodoh. Saya ingin menjadi muslim yang patuh dan seperti yang saya bilang saya labil, pasti ada kata “tapi” dibelakang pernyataan itu. Saya tidak sedang meragukan Islam. Saya tegaskan sekali lagi, TIDAK! Islam adalah agama saya dari lahir sampai nantinya saya kembali menjadi tanah. Semua yang saya pelajari serasa embun yang membasahi relung hati saja, begitu sejuk dan mendamaikan. Kali ini saya baru merasakannya dari dalam lubuk hati saya meskipun selama ini saya menjalankan syariatNya. Benar-benar seperti diselami air surga yang sejuk, dan bodohnya saya mengapa baru merasakan kenikmatan Alloh sekarang ini. Jika saya belum menjadi muslim yang patuh, setidaknya cinta saya kepada Tuhan saya, Alloh SWT bertambah besar. Jika saya belum bisa bertutur kata yang lembut dan anggun seperti putri Rasululloh SAW, setidaknya saya sudah paham bagaimana menempatkan diri saya untuk berbicara kepada siapa. Jika saya belum bisa berbusana seperti yang diwajibkan Islam, setidaknya saya tahu jika saya berdosa jika tidak seperti itu.

Jadi, apapun saya, bagaimanapun saya sebagai muslim yang berusaha untuk selalu patuh dengan syariatNya, saya tidak ingin menjadikan diri saya sebagai pribadi yang lain yang justru tidak membawa kenyamanan pada diri saya sendiri. Saya ingin menjadi muslim yang bebas. Saya ingin baik, tapi saya juga ingin bebas. Maka saya akan membebaskan diri saya dengan kebaikan versi saya (dan) juga versi Islam. Saya tidak ingin menceramah, karena saya bukan ahlinya. Dan saya mencintai Islam.

Semua yang dicatatkan pada dasarnya hanyalah sebagai luapan hati saya yang sedang berada pada kelimbungan. Mencari jati diri, berusaha membebaskan diri dari belenggu. Dan manakala jika ada yang berbeda pendapat dengan saya, katakanlah. Tak apa. Correct me if I’m wrong.

Hanya curhat, tidak bermaksud yang lain😉

*Big thank’s for Mbak Nug🙂

12 thoughts on “Saya dan Islam

  1. mb, qt kudu ttp smangat dlm mengaitkn diri dg islam..
    Ada 1 hal yg aq plajari di Hizbut Tahrir, yaitu life is choice. Tp sbg muslimah, sey0gyax qt memilih jalan hidup yg Allaah swt ridha m qt..setuju mb?🙂

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s