Di Matamu…

Sajak dalam hati tak pernah dusta. Aku berbicara tentang keajaiban Tuhan, menciptakanmu sedemikian hebatnya hingga satu detail tidak kurang suatu apa. Mempercayakan hati terhadap hati lain yang juga diciptakan Tuhan, tidak mudah untuk meraba terlalu dalam. Terima kasih pada Tuhan, telah menciptakanmu untuk kunikmati pada hati dalam satu kata bernama cinta.

Tiga puluh delapan bulan empat hari. Sekian waktu berjalan menemani kita. Menyentuh pahit getirnya suatu hubungan. Kebersamaan yang tak melulu bahagia pun sedih, tak selalu tertawa pun menangis, tak tertinggal sanjungan pun keluhan, bersama kita belajar memahami kita. Aku, kamu, menjadi kita. Tak semudah menuliskan kata “kita”. Memerlukan ketajaman mata dan kelembutan hati, bahwa kita adalah kita.

Dari matamu, kulihat merah hati yang membara menawarkan kehangatan. Matamu tak pernah meredupkan kehangatan sekalipun kau terpejam. Terima kasih kembali kupanjatkan pada Tuhan telah menciptakan mata yang tajam dan hangat untukmu yang selalu membuatku tak pernah berkedip bertatap denganmu.

Maka aku hanya meminta satu darimu, jika saja nanti kau menua, penglihatan sudah tak lagi terjaga, air mata sudah mengering, dan bola mata tak lagi bulat, tetaplah menjaga kehangatannya. Bila dapat kutukarkan satu gigiku yang tanggal ketika menua, akan kugantikan setiap gigi dengan kehangatan matamu yang akan kian mengikis.

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s