Songshu

gambar dari sini

gambar dari sini

Disebuah negeri antahbarantah berkisahlah tentang kisah cinta seorang wanita dengan pemuda gagah. Putri cemara namanya. Putri cemara adalah jelmaan dewi khayangan. Ia tinggal dalam batang pohon cemara tua yang besar. Pemuda gagah itu tak lain adalah pemahat batang cemara yang bernama Songshu. Hidupnya di pesisir hutan cemara. Ia selalu pintar memilih pohon cemara sebelum ia tebang dan kemudian ia pahat. Sampai suatu ketika ia menyusuri hutan terlalu dalam yang belum pernah ia masuki. Betapa terbelalaknya ia ketika mendapati sebuah pohon cemara tua pun besar bersinar terang. Ia bertekad kembali esok hari dengan perlengkapan yang banyak.

Keesokan harinya Songshu kembali ke hutan. Pohon cemara tua masih terus bersinar. Ia mengurungkan niatnya untuk menebang pohon cemara itu. Lalu dengan hati yang berbunga-bunga layaknya orang yang sedang jatuh cinta, ia memahat pohon cemara itu tanpa menebangnya. Terdengar suara merdu dari dalam batang pohon cemara. Seorang wanita marah, tapi nadanya tidak keras melainkan merdu. Songshu tersentak dan berhenti sesaat. Ia menemukan sebuah jendela di salah satu sudut batang cemara. Jendela kecil yang hanya seukuran satu bola mata Songshu. Songshu terkejut lagi ketika melihat wanita itu membalas tatapan Songshu dari balik jendela kecil. Tiba-tiba gurat pahatan Songshu membentuk sesuatu yang indah. Songshu seperti sedang memahat sebuah bentuk pintu. Dan benar saja, pintu itu tiba-tiba bergerak, berderit dan terbuka. Seorang wanita cantik keluar dari batang cemara.

“Kau siapa?” tanya Songshu.

“Kau yang tadi membuat kebisingan? Sedang apa kau di sini?” wanita itu balik bertanya pada Songshu.

“Aku sedang memahat di sini, di batang cemara ini. Apakah cemara ini milikmu?” jawab Songshu.

“Ya! Ini cemaraku. Apa yang sedang kau pahat?” tanya wanita itu lagi.

“Sebuah rumah. Rumah yang indah. Aku ingin tinggal di sebuah pohon. Sepertimu.”

“Sepertiku?”

“Ya, sepertimu. Hey! Bagaimana kau bisa masuk. Sedangkan tak ada satupun pintu atau jendela di pohon ini sebelum kupahat.”

Songshu terheran. Kemudian wanita itu tersenyum dan bercerita. Sebelumnya ia adalah dewi khayangan yang dikutuk oleh para dewa karena kelalaiannya. Ia adalah Dewi Kesuburan. Pada suatu hari ia diminta untuk menebar benih cemara di suatu wilayah di bumi. Namun karena ia terlalu senang menebar benih, tanpa sadar benih yang ia tebar menutupi hampir semua wilayah tersebut. Pada akhirnya bunga-bunga dan tanaman lain tidak dapat tumbuh. Oleh karena itu ia dihukum turun ke bumi dan tinggal dalam sebuah pohon cemara yang besar sampai ada manusia yang dapat membebaskannya.

Songshu terkejut lagi. Betapa beruntungnya ia bertemu dengan bidadari. Kemudian para dewa turun ke bumi. Ditanyalah imbalan apa yang diinginkan Songshu karena sudah membebaskan Dewi Kesuburan. Songshu tidak ingin apa-apa, ia hanya ingin pohon cemara itu menjadi rumahnya. Lalu para dewa menyetujui permintaan Songshu.  Rupanya tak sampai disitu kebahagiaan Songshu. Dewi Kesuburan ternyata tersentuh dengan ketulusan Songshu dan meminta para dewa untuk mengubahnya menjadi manusia seutuhnya. Ia ingin tinggal di bumi. Dan para dewa pun mengabulkannya. Akhirnya Songshu dan putri cemara menikah dan bahagia untuk selama-lamanya.

15 thoughts on “Songshu

  1. Ping-balik: Putri Cemara | Nada Hati

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s