Berdoa (?)

Hari berjalan dari celah-celah panas sinar Sang Surya
Ia tersengat terik yang tak henti menjilat kulit bajanya
Peluhnya menetes perlahan di setiap ranah yang ia pijak
Bahkan hampir berubah menjadi hulu
Sebelum akhirnya membanjir, Hari berkedip
Dalam sekejap ia menghilang dan bertaut entah di negeri mana
Ia hanya menemukan cermin jingga, perlahan memudar, dan gelap

Hari masih terus berjalan
Kali ini kakinya berpijak pada pelataran malam yang pekat
Kulit bajanya berkerut, dingin
Ia tampik rasa dingin itu, tapi gagal
Ia mencoba mengais tanah yang menyisakan hangat dari negeri seberang
Ia mencium segala bentuk kehangatan
Ia kembali gagal

Hari tidak terpejam, ia masih terjaga
Matanya kembali berkedip, dan lagi-lagi ia bertaut entah di negeri mana
Kulit bajanya kembali mengilap, terpantul Sang Surya
Hari mengerti, ia kembali pada negeri yang terik
Ia tidak membodoh, Hari berpikir: hening

Hari bereksperimen, matanya menghadap langit
Dilambaikan tangannya ke atas, seolah ingin meranggah sesuatu
Tangannya hanya menggapai hampa
Terik Sang Surya kembali memeras peluhnya,
kali ini dipastikan akan membuat hulu membanjir

Mata Hari perih, tertetesi peluh
Ia berkedip, sama: kembali bertaut entah di negeri mana
Cermin jingga yang memudar dan gelap
Dan begitu seterusnya jika Hari berkedip

Kali ini Hari berhenti berjalan, mata Hari perih, bukan karena peluh
Hari menangis dan bersimpuh
Tangannya kemudian menengadah
Ia pernah mendengar bahwa Siapa yang menciptakan ia,
menjadikan ia lelah kemudian menangis,
menjadikan ia limbung kemudian terhukum
Ia terbata menyebut namaNya
Hari berucap, mulutnya bergerak seperti meminta sesuatu
Hari tidak bisa berdoa, ia hanya bisa meminta pada Siapa yang menciptakan ia
Lalu kulit bajanya seperti ditempa pandai besi yang geram, pecah dan hancur berkeping-keping
Hari tak mati, tapi ia terbelalak
Kulit bajanya menyembunyikan sesuatu
Bongkahan berwarna merah muda keluar dari sisa kepingan kulit baja
Ronanya mengilap, wangi
Perlahan hari mengerti, bahwa yang ia minta adalah sebuah keharusan
Ia tahu harus meminta pada Siapa
Hari tak bisa berdoa, tapi ia tahu kepada Siapa ia harus meminta

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s