Not As I Imagined

Eh, bener gak judulnya? Ah, ya begitulah intinya: tidak seperti yang saya bayangkan. Apanya? Nah, mulai mau curhat lagi nih saya.

Dulu saya sering membayangkan bahwa (mau) menikah itu seru dan bikin seneng. Awalnya iya, tapi ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Setelah proses lamaran akhir tahun lalu, kedua orang tua saya hendak segera menikahkan anak gadisnya ini selepas lebaran Idul Fitri tahun ini. Tanggal sudah ditentukan dan dari pihak (calon) besan sudah setuju. Oke, lalu apa yang perlu dikhawatirkan? Tidak ada (sebenarnya). Awalnya setelah menentukan hari yang tepat, saya (namanya juga wanita) yang dicari dulu pasti salon dan model kebaya. Banyak pertimbangan sana sini akhirnya cocok ketemu satu salon. Terus, masalahnya apa lagi? Undangan. Saya nyari model undangan yang sederhana. Terus, masalah? Enggak si, sampai sini belum ada masalah. Yang jadi masalah adalah si mas cungkring itu nyantai banget lho mempersiapkan pernikahan kami. Gak excited gitu.

Mulanya saya jadi malah ragu sama dia. Kenapa nggak? Berasa mau kawinin diri sendiri aja deh. Ya iyalah, masa semua-semua yang perpare saya sendirian. Dia cuma bilang, “terserah kamu aja, selera kamu. Aku okein aja yah.” Hih, bukan masalah selera dan main tersera-serahan aja. Tapi donk tolong donk, ini kan acara kita, awal aja nggak bisa diajak kerja sama, apalagi nanti kalau udah nikah? Pikiran saya sampai segitunya lho. Padahal dipikir-pikir ya emang nggak usah terlalu ngoyo dan lebay begitu dulu deh.

Lha eh, belum persiapan apa-apa berbagai musibah gantian bertubi-tubi menguji kami. Pertama, om saya kecelakaan. Kedua, bude saya jatuh dan terkena stroke. Ketiga, papanya cungkring masuk rumah sakit dan sampai sekarang masih butuh perawatan intensif. Sifat manusiawi saya berkembang. Antara bingung, linglung, cemas, egois, terkadang malah sampai putus asa kronis. Kenapa nggak? Dengan begini malah tambah nggak mikirin acara nikahan kan dia? -> Egois Akut.

Bayangpun, ini bulan apa? Mei ya? Terus lebaran bulan apa? Agustus kan? Berarti kurang berapa bulan saya harus nikah? Tiga bulan kurang kan? Oke?! Saya belum prepare apa-apa sampai sekarang. Bahkan foto prewedding kami dari kapan tahun masih di tangan fotografernya. Miris😦

Sebenernya saya tidak masalah dengan apa yang telah diuji pada kami. Toh kemungkinan ini adalah cara Tuhan meninggikan derajat kami. Yang jadi permasalahan adalah, kenapa cungkring sama sekali tidak ‘rasan’ tentang hari indah kami?????????????????????????? Padahal dengan dia berkata, “Mbul, sementara persiapan pernikahan kamu dulu aja yang mikirin yah. Aku ngurusin papa dulu. Nanti kalau papa udah agak mendingan, kita ngebut persiapannya.” Nah, gitu kan enak yah? Iya nggak? Harus iya donk. Sampai sekarang kalau saya nggak nanya, dia nggak bakal bahas masalah ini. God…..😦

Kadang hati saya bilang, jadi nikah atau nggak nih? Tapi buru-buru saya Istighfar banyak-banyak. Saya nggak mau donk dicelupin ke cangkir kemungkaran sama si iblis. Meskipun sampai sekarang saya belum tahu dan nggak mau menerka apa yang akan terjadi pada hubungan kami, yah setidaknya saya mencoba positive thinking aja. Toh kalau jodoh nggak lari kemana. Tapi kalau nggak jodoh? Ya jangan donkkkkk… Cuma mau sama mas cungkring seorang. Doakan saya temans… Aamiin.

14 thoughts on “Not As I Imagined

  1. Semangat Le! Katanya emang kalo mau nikah banyak cobaan *kok katanya ya? Padahal kan udah pernah, hehehe

    Kalau aku dulu entah kenapa nggak terlalu ribet dengan detail pernikahan, soalnya persiapan serba jarak jauh. Pulang cuma sebentar dan itu bener2 dimaksimalkan. Pilih2 undangan cm sehari, bikin kata2nya juga. ke salon cm ke satu salon, gamis akad beli di toko, dll *malah curhat

    3 bulan masih cukup koookk. Bisa, kamu pasti bisa😉

  2. tenang mbak.. tarik nafas dulu.. insyaAllah semuanya lancar.. aku dulu persiapan kurang dari 2 bulan kok..
    dan memang cowok itu rata2 tidak seheboh cewek dalam persiapan nikah. mereka mikirnya ijab kabul aja, gimana biar sah jadi suami dan setelah nikah nanti gimana jadi imam. kalau masalah salon, baju, undangan, catering, resepsi biasanya mereka males rempong.. biasalah cowok

    semoga lancar ya mbak le

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s