Konspirasi

Hari berteriak, menderu. Ia buka lembaran takdirnya. Ya, lembar demi lembar. Tak disangka, takdir berbicara padanya. Sudah ketetapan Tuhanmu. Begitu bisiknya. Hari termangu, duduk melipat kaki dengan badan membungkuk. Dari jauh ia terlihat seperti onggokan daging busuk yang siap disantap anjing hutan.

Anjing? Alis hari naik sebelah. Ya, bahkan anjing saja masih terdengar sopan sebagai sebutannya. Hati Hari masih mendidih. Dirabanya dada Hari perlahan. Batinnya sendiri masih bergejolak. Jika anjing saja masih menjadi sebutan yang sopan, lalu mereka pantasnya kusebut apa? Air mata Hari ternyata tak tertahan. Ia menangis? Bukan. Ia hanya kesal.

Pakai dia, setelah ini kita lihat apa yang harus kita lakukan padanya! Suara setengah menghardik. Hari mendengar itu dari jeruji pengharapan -yang nyatanya bukan sebagai penghubung sebuah harap. Hari tahu ia akan dihabisi, hanya Hari membuta dan menuli, sengaja membuat matanya buta dan telinganya tuli. Hari hanya tahu ia harus terus berlari dari kendali orang-orang macam kaleng bekas atau roti busuk. Hati Hari sudah terikat dan terulur menyambung dengan nadi para kaleng bekas itu. Sedikit saja Hari lengah, kaleng-kaleng bekas itu kemlonthang tak jelas.

Hari masih teronggok di pojok kebimbangan. Tangan kanannya masih memegang lembaran takdir, sedang tangan kirinya berusaha melepas ikatan penghubung pada kaleng-kaleng bekas itu. Matanya menerawang pada sebuah senyuman. Hari lalu ikut tersenyum. Sejenak. Namun perlahan Hari meneteskan air mata lagi. Dari balik senyum tersungging konspirasi umum tempat bersarangnya para kaleng bekas dan roti busuk. Konspirasi yang diharamkan oleh negeri ini namun nyatanya banyak pengikutnya. Konspirasi yang diteriakkan atas nama melanggar hak asasi namun nyatanya yang berteriaklah yang paling getun menarik ujung nadi. Konspirasi, santapan lezat kaum kaleng bekas, keterpurukan kaum tertindas.

Just comment, and I will comment you back...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s