Seperti Hujan?

Tanah yang basah bercerita
Kaki lincahmu pernah menari disana
Pada sebuah ruang asa
Yang menjelma menjadi rasa

Daun yang mengembun bernada
Tangan mungilmu pernah membelainya
Pada nikmat yang tiada tara
Yang menjelma menjadi lara

Seperti hujan?
Kau datang tanpa kuundang
Seperti hujan?
Kau pergi tanpa kuusir

Dulu, bibir kita pernah saling berucap
Lalu berpagut, dan mata berpandangan
Janji putih yang kini kelabu
Membebaskanmu dari musim

Seperti hujan kau tak pernah kusadari kedatangannya
Seperti hujan kau tak pernah kurelakan kepergiannya
Kau berlalu
Ku merindu

Dan musim ini kutahu kau tak akan kembali
Karena hujan mendatangkan pelangi
Untuk kunikmati sebagai sunyi
Kau telah terganti

Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi

Hadiah Unik dari Sweden

Jumat yang cerah tersenyum puas melihat saya ceria pagi ini. Bagaimana tidak ceria, aroma-aroma weekend sudah terasa banget. Dan setumpukan file dikantor dengan sendirinya menghilang dari pandangan saya. Hahhahaaa, bagaimana saya tidak sebahagia ini?

Dari rumah sudah saya niatkan untuk BW kesana kemari sampai akhirnya nyasar ke Swedia (nah lo?). Iyah, enelan, ciyus, mie ongklok dehhhh saya beneran nyasar di Swedia, ketemu sama Mba Be. Disana saya ditawari oleh-oleh unik khas Sweden lho. Tapi ada syaratnya. Syaratnya cukup mudah, hanya disuruh menjawab pertanyaan saja. Kalau tidak percaya, yuk saya ajak ke Sweden gratis. Mau? Klik disini aja..

Saya kasih bocoran oleh-olehnya yah…

Gimana? Masih belum puas juga cuma liat gambarnya? Makanya, yuk mampir ke Sweden tempat Mba Be 😉 klik tulisan “disini” diatas foto yah…