Meraih Pelangi

Hujan sudah berdiam
Dengan pelangi ia berganti peran
Ia termenung di ujung pekat
Tersenyum simpul memandang cahaya
Ia jatuh cinta pada pelangi
Dengan segala warna keindahan yang dimiliki
Ia tak lagi bisa diam memandang
Perlahan ia menghampiri
Mencoba mencumbu pelangi
Tapi apa daya, mereka tak bisa terpatri

Iklan

Seperti Hujan?

Tanah yang basah bercerita
Kaki lincahmu pernah menari disana
Pada sebuah ruang asa
Yang menjelma menjadi rasa

Daun yang mengembun bernada
Tangan mungilmu pernah membelainya
Pada nikmat yang tiada tara
Yang menjelma menjadi lara

Seperti hujan?
Kau datang tanpa kuundang
Seperti hujan?
Kau pergi tanpa kuusir

Dulu, bibir kita pernah saling berucap
Lalu berpagut, dan mata berpandangan
Janji putih yang kini kelabu
Membebaskanmu dari musim

Seperti hujan kau tak pernah kusadari kedatangannya
Seperti hujan kau tak pernah kurelakan kepergiannya
Kau berlalu
Ku merindu

Dan musim ini kutahu kau tak akan kembali
Karena hujan mendatangkan pelangi
Untuk kunikmati sebagai sunyi
Kau telah terganti

Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi